• slider2
  • slider2
  • slider2
  • slider2
Beranda > Berita

Kutipan Hari Ini

Music expresses that which cannot be said and on which it is impossible to be silent

Lagu Pilihan

Video Pilihan


Merawat Kenangan Bersama GIGI Reunion

Merawat Kenangan Bersama GIGI Reunion

Pada 1993, lima anak muda yang terdiri dari Thomas Ramdhan, Aria Baron, Armand Maulana, Dewa Budjana, dan Ronald Fristanto mendirikan sebuah band. Banyak yang meragukan Armand Maulana dan Dewa Budjana akan langgeng berada di dalam band tersebut, sebab keduanya pernah memiliki proyek musik dengan genre yang berbeda sebelumnya.

Namun justru malah keduanya yang betah dan tak pernah keluar dari band selama 25 tahun bermusik bersama.

Cerita di atas hanyalah sedikit dari penggalan cerita yang dibagikan oleh GIGI di atas panggungnya.

Belakangan konser reuni dari band-band yang melejit di era 1990-an tengah marak. Akan tetapi dalam konser reuninya, GIGI menyuguhkan sajian yang berbeda.

Pada konser 'GIGI Reunion' yang digelar di The Pallas, SCBD, Jakarta Selatan, baru-baru ini, band yang resmi berdiri sejak 1994 itu tak hanya mengajak para penontonnya bernostalgia, namun juga membiarkan para penggemarnya mengenal mereka lebih dalam.

Band yang kini diperkuat oleh Armand Maulana, Dewa Budjana, Thomas Ramdhan, dan Gusti Hendy itu mengajak reuni keempat mantan personelnya. Mereka terdiri dari Aria Baron, Opet Alatas, Ronald Fristianto, Budhy Haryono, dan Opet Alatas.

Konser tersebut dibuka dengan 'Angan'. Nuansa nostalgia seketika langsung nampak ketika di layar ditampilkan foto-foto kebersamaan GIGI dari masa ke masa. Lagu pembuka tersebut dibawakan dengan formasi berdelapan.

Sesudahnya, tinggal lah GIGI dengan formasi pertama di panggung. Dengan format berlima, mereka melahirkan album perdana yang bertajuk 'Angan' (1994). Lagu 'Ku Ingin' pun dimainkan.

Kendati Baron keluar selepas album perdana, akhirnya tinggal lah GIGI dengan 4 personel. Baron pun turun panggung. Keempatnya segera membawakan 'Oo Oo Oo' dan 'Damainya Cinta'.

"Lagu terakhir gue sama Ronald itu 'Damainya Cinta'. Itu lagu kenangan banget karena rekamannya sama gue, tapi di klipnya gue nggak ada, gue nggak akan pernah lup," kata Thomas.

Di atas panggung, GIGI berhasil membuat konser tersebut terasa personal. Meski bagian bercakap-cakap dan bercerita memakan waktu cukup panjang, akan tetapi hal itu tak terlihat sia-sia. Pasalnya, lewat kisah-kisah yang dituturkan, penonton dibuat merasa diajak untuk mengenal band tersebut lebih dalam.

Barangkali pula percakapan tersebut terjadi karena Armand butuh jeda. Sebab bernyanyi terus menerus di sepanjang konser tentunya melelahkan mengingat hanya dirinya dan Budjana yang tampil tanpa putus.

"Saat itu Thomas, bukan hanya Thomas, tapi hampir semua pemain band hebat, terlibat drugs. Tapi it's okay, itu namanya perjalanan hidup. Akhirnya dia secara ksatria, dia yang keluar," kisah Armand sembari menepuk-nepuk pundak Thomas yang matanya nampak berkaca-kaca.

Malam itu, tanpa ragu GIGI buka-bukaan tentang banyak hal yang belum diketahui oleh publik. Mengenai Ronald yang menangis kepada Thomas atau tentang Budhy dan Budjana yang sembunyi di bawah jok mobil saat Ronald baru saja memutuskan untuk keluar band.

Masuknya Opet Alatas ternyata tak lepas dari kisah Thomas yang sakau saat tampil di Palembang. Saat itu, tak ada yang menggantikan Thomas. Opet yang kala itu adalah kru ternyata mampu memainkan aransemen seperti halnya yang dilakukan oleh Thomas.

"Akhirnya Opet jadi pahlawan kami, Budhy pada drum juga jadi pahlawan kami," kata Armand. Mereka pun kemudian membawakan dua lagu dari album 'Kilas Balik' (1998), yakni 'Terbang' dan 'Dimana Kau Berada?'.

Selalu ada cerita yang dilontarkan GIGI di setiap pergantian lagu. Mereka bercerita bahwa adanya album 'Kilas Balik' tak lepas dari keberuntungan. Banyak penyanyi yang gagal menelurkan album karena master rekaman mereka terbakar saat kerusuhan 1998. Untungnya, album tersebut tak ikut terbakar.

Selepas Thomas keluar dari rehabilitasi, ia kembali bergabung dengan GIGI. Opet Alatas pun memilih mundur. "Pada saat itu gue memang ngerasa karena basic-nya gue dadakan dan salah satu yang bikin GIGI hebat adalah Thomas, ketika Thomas sudah sembuh, ini waktunya gue keluar dari GIGI," tutur Opet.

Dalam format Armand, Budhy, Thomas, dan Budjana mereka pun membawakan 'Andai' dan 'Perihal Cinta'. Setelahnya, Budjana dan Armand tampil berdua membawakan medley dari sejumlah lagu. Rangkaian medley tersebut dimulai dari 'Cinta Terakhir' dan diakhiri dengan 'Jomblo'.

Gusti Hendy bergabung dan panggung pun diisi oleh formasi teranyar GIGI. Lagu 'Nakal', 'Ya Ya Ya', hingga '11 Januri' pun dinyanyikan.

Konser tersebut diakhiri dengan tampilnya formasi berdelapan yang membawakan 4 lagu. Penampilan tersebut dibuka dengan 'Setia Bersama Menyayangi dan Mencintai'.

2 lagu terakhir menjadi lagu yang paling 'membakar', yakni 'Janji' dan 'Nirwana'. Bahkan para penonton tak terlihat sungkan melompat di lagu 'Nirwana' yang menjadi penutup.

Rupanya konser GIGI Reunion berhasil menjadi sebuah pertunjukan musik yang merawat kenangan. Namun lebih dari sekadar nostalgia, konser tersebut juga terasa personal.

Rasa personal tersebut tidak hanya ada karena seluruh penonton yang hadir bernyanyi nyaris semua lagu dari awal hingga konser berakhir, tapi juga karena GIGI membuka diri mereka dan membiarkan para penggemarnya mengenal mereka seolah sebagai teman dekat.

Sumber :https://hot.detik.com/music/d-4232421/merawat-kenangan-bersama-gigi-reunion?_ga=2.13924919.1274155288.1541487901-2145808455.1540522763

Berita Lainnya

 GRUP MUSIK A+: Gebrakan Baru, Rilis Album Dan Single
GRUP MUSIK A+: Gebrakan Baru, Rilis Album Dan Single
Setelah sukses dengan single perdana berjudul “Call Me”,... Readmore
2Kobra Jadi Juri Di Idola Kampung Eat Bulaga
2Kobra Jadi Juri Di Idola Kampung Eat Bulaga
Tanggal 24 Juni 2015 kemarin, @DuaKobra berkesempatan untuk menjadi... Readmore
Tour Promo Radio Bersama A+
Tour Promo Radio Bersama A+
Para personil A+ (Aldo, Rio, Tammy & Tira) mulai menjalani... Readmore